Lewati ke konten
16 Agustus 2026

Apa Itu PRS (Pressure Regulating Station) dan Fungsinya

Mengenal komponen utama PRS, cara kerjanya, dan mengapa stasiun ini krusial bagi keamanan jaringan gas industri.

PRS atau Pressure Regulating Station adalah suatu sistem yang digunakan untuk menurunkan, mengatur, menstabilkan, dan mengamankan tekanan gas sebelum gas dialirkan ke jaringan atau peralatan pengguna.

PRS banyak digunakan pada sistem:

Natural Gas
CNG (Compressed Natural Gas)
Gas Distribution System
Boiler
Furnace
Oven
Dryer
Industrial Burner
Gas Metering System

Pada sistem CNG industri, gas dapat datang dari trailer atau storage pada tekanan tinggi. Tekanan tersebut tidak dapat langsung masuk ke burner atau jaringan pabrik, sehingga harus diturunkan terlebih dahulu menggunakan PRS.

Alur sederhananya:

CNG Trailer → Isolation Valve → Gas Filter → Heater → PRS/Regulator → Safety System → Gas Meter → Factory Pipeline → Boiler/Burner


Apa Fungsi Utama PRS?

Fungsi utama PRS bukan hanya menurunkan tekanan.

Sebuah PRS yang dirancang dengan benar dapat mempunyai beberapa fungsi sekaligus:

Pressure Reduction

Menurunkan tekanan gas dari tekanan supply menjadi tekanan yang dibutuhkan downstream.

Contohnya:

Inlet: 200 barg

menjadi:

Outlet: 3 barg


Pressure Regulation

PRS menjaga tekanan outlet agar tetap stabil meskipun terjadi perubahan:

Flow

Inlet pressure

atau:

Demand pengguna

Misalnya burner membutuhkan:

3 barg

Ketika konsumsi berubah dari:

100 Sm³/h → 400 Sm³/h

regulator harus tetap mampu mempertahankan tekanan outlet sedekat mungkin dengan set point desain.


Gas Filtration

PRS biasanya dilengkapi gas filter untuk menahan:

Debu

Rust

Scale

Metal particle

dan kontaminan lain sebelum gas masuk ke regulator atau meter.


Overpressure Protection

Jika regulator mengalami kegagalan, downstream piping tidak boleh menerima tekanan melebihi design pressure.

Karena itu PRS dapat dilengkapi:

Slam Shut Valve

Safety Relief Valve

Monitor Regulator

atau kombinasi protection system lainnya.


Gas Heating

Pada sistem CNG, pressure reduction yang sangat besar dapat menyebabkan temperatur gas turun.

Karena itu beberapa PRS membutuhkan:

Gas Heater

atau:

Water Bath Heater / Electric Heater / Heat Exchanger

untuk menjaga temperatur gas pada kondisi aman.


Gas Metering

PRS dapat dikombinasikan dengan sistem pengukuran flow.

Contohnya:

Turbine Meter

Rotary Gas Meter

Ultrasonic Meter

Electronic Volume Corrector

Flow Computer

Dengan demikian operator dapat mengetahui jumlah gas yang digunakan.


Mengapa Tekanan CNG Harus Diturunkan?

CNG disimpan dalam kondisi bertekanan tinggi agar jumlah gas yang dapat dibawa dalam satu storage menjadi lebih besar.

Tekanan CNG storage dapat berada pada kisaran tinggi, misalnya:

±200 bar

Sementara peralatan pabrik mungkin hanya membutuhkan:

0,5 bar

2 bar

3 bar

atau:

5 bar

tergantung sistem.

Jadi tidak mungkin gas dari storage langsung masuk ke burner.

Contoh:

CNG Storage 200 bar

↓

PRS Stage 1

↓

20 bar

↓

PRS Stage 2

↓

3 bar

↓

Burner Regulator

↓

100–300 mbar

↓

Burner

Nilai tersebut hanyalah contoh. Tekanan aktual harus mengikuti equipment specification dan hasil engineering.


Komponen Utama PRS

Sebuah PRS dapat terdiri dari beberapa komponen utama.

1. Isolation Valve

Isolation valve digunakan untuk membuka atau menghentikan aliran gas.

Biasanya terdapat pada:

Inlet

dan:

Outlet PRS

Valve tersebut sangat penting untuk maintenance dan emergency isolation.


2. Gas Filter

Gas filter berfungsi membersihkan gas dari particle.

Alurnya:

Gas Inlet → Filter → Clean Gas → Regulator

Tanpa filtration yang baik, kontaminan dapat masuk ke:

Regulator seat

Control valve

Turbine meter

Pilot regulator

dan menyebabkan kerusakan atau pressure instability.


3. Pressure Gauge

Pressure gauge digunakan untuk memonitor tekanan.

Biasanya dipasang pada:

PRS Inlet

Intermediate Pressure

PRS Outlet

Contoh:

PI-101 = Inlet Pressure

PI-102 = Stage 1 Outlet

PI-103 = Final Outlet


4. Pressure Regulator

Pressure regulator merupakan komponen utama PRS.

Fungsinya:

menurunkan dan menjaga pressure downstream.

Regulator dapat berupa:

Direct Acting Regulator

Pilot Operated Regulator

atau:

Dome Loaded Regulator

Pemilihannya bergantung pada:

Flow

Pressure

Required accuracy

Turndown

dan karakteristik sistem.


Single Stage vs Two Stage PRS

Single Stage PRS

Pada pressure ratio yang tidak terlalu besar, pressure reduction dapat dilakukan satu tahap.

Contoh:

10 barg → Regulator → 3 barg

Konfigurasi:

Filter → Regulator → Safety Valve → Meter → Outlet


Two Stage PRS

Untuk pressure reduction yang besar, sering digunakan beberapa tahap.

Contoh:

200 barg

↓

Stage 1 = 20 barg

↓

Stage 2 = 3 barg

Tujuan multi-stage regulation antara lain:

  • membagi pressure reduction
  • meningkatkan kestabilan pressure
  • membantu mengendalikan temperature drop
  • mengurangi beban regulator
  • meningkatkan controllability sistem

Desain aktual tetap harus mengikuti calculation dan karakteristik regulator.


Apa Itu Slam Shut Valve?

Slam Shut Valve atau SSV merupakan safety device yang dapat menutup aliran gas secara otomatis ketika tekanan berada di luar batas yang ditentukan.

Contohnya:

Normal outlet:

3 barg

High pressure trip:

4 barg

Apabila regulator gagal dan pressure naik melebihi batas:

SSV → CLOSE

sehingga aliran gas dihentikan.

SSV dapat dirancang untuk kondisi:

OPSO – Over Pressure Shut Off

dan pada beberapa sistem:

UPSO – Under Pressure Shut Off


Apa Itu Safety Relief Valve?

Safety Relief Valve digunakan untuk membuang gas apabila tekanan meningkat melewati setting tertentu.

Contohnya:

Normal pressure = 3 bar

Relief setting = sesuai desain

Ketika pressure meningkat:

SRV membuka → gas dibuang ke vent system

Penentuan set pressure tidak boleh sembarangan. Harus mempertimbangkan design pressure downstream dan philosophy proteksi sistem.


Monitor Regulator

Selain SSV dan relief valve, beberapa PRS menggunakan:

Active Regulator + Monitor Regulator

Contohnya:

Regulator A = Active

Regulator B = Monitor

Jika regulator utama gagal, monitor regulator mengambil alih pressure control.

Konfigurasi ini sering digunakan pada sistem yang membutuhkan reliability tinggi.


Mengapa PRS Bisa Mengalami Penurunan Temperatur?

Ketika natural gas mengalami pressure reduction, temperatur dapat berubah akibat efek thermodynamic.

Pada CNG, penurunan tekanan yang besar dapat menghasilkan temperatur outlet yang sangat rendah.

Contohnya:

200 bar → 3 bar

Jika tidak dilakukan thermal analysis, dapat muncul risiko:

icing

condensation

seal problem

regulator malfunction

atau temperatur material terlalu rendah.

Karena itu pada beberapa PRS digunakan heater.


Fungsi Gas Heater pada PRS

Gas heater berfungsi menambahkan energi panas ke gas sebelum atau selama pressure reduction.

Contoh sistem:

CNG → Gas Filter → Gas Heater → Regulator Stage 1 → Stage 2

Heater dapat berupa:

Electric Heater

Water Bath Heater

Heat Exchanger

Pemilihan kapasitas heater harus berdasarkan calculation.

Data yang dibutuhkan antara lain:

Gas flow

Inlet pressure

Outlet pressure

Gas inlet temperature

Required outlet temperature

Gas composition

dan:

Ambient temperature


Contoh PRS Kapasitas 500 Sm³/h

Misalnya sebuah pabrik membutuhkan:

Maximum Flow = 500 Sm³/h

Supply:

CNG 200 barg

Required outlet:

4 barg

Sistem dapat dibuat secara konsep:

CNG Trailer

↓

Emergency Isolation Valve

↓

High Pressure Gas Filter

↓

Pressure Indicator

↓

Gas Heater

↓

Stage 1 Regulator

↓

Intermediate Pressure

↓

Stage 2 Regulator

↓

Slam Shut / Overpressure Protection

↓

Pressure Gauge

↓

Turbine Meter

↓

EVC

↓

Factory Gas Pipeline

↓

Boiler

Namun PRS tidak boleh dipilih hanya berdasarkan angka 500 Sm³/h.

Harus diperiksa juga:

Minimum inlet pressure

Maximum inlet pressure

Required outlet pressure

Peak flow

Regulator Cv / capacity

Gas velocity

Pressure drop

Temperature drop

Noise

Pipe size

dan:

Safety philosophy


Mengapa Minimum Inlet Pressure Sangat Penting?

CNG trailer tidak selalu berada pada tekanan 200 bar.

Saat gas digunakan:

200 bar → 150 bar → 100 bar → 50 bar → semakin turun

Kapasitas regulator berubah berdasarkan inlet pressure.

Contohnya regulator mungkin mampu memberikan:

500 Sm³/h pada Pin = 100 bar

tetapi hanya:

300 Sm³/h pada Pin = 10 bar

tergantung karakteristik regulator.

Karena itu sizing PRS harus mempertimbangkan:

Minimum usable CNG pressure

bukan hanya initial storage pressure.


PRS dan Pressure Drop

Setiap equipment menyebabkan pressure drop:

Filter

Valve

Heater

Regulator

Meter

Pipeline

Misalnya:

Supply:

8 barg

Pressure drop:

Filter = 0,3 bar

Meter = 0,2 bar

Pipeline = 0,5 bar

Jika regulator membutuhkan inlet minimum tertentu, pressure drop tersebut harus dimasukkan dalam calculation.

Kesalahan ini sering menyebabkan:

pressure outlet drop saat demand tinggi.


PRS dan Gas Velocity

Ukuran piping PRS harus mempertimbangkan gas velocity.

Pipa terlalu kecil dapat menyebabkan:

Velocity tinggi

↓

Pressure drop meningkat

↓

Noise meningkat

↓

Vibration

↓

Metering disturbance

Karena itu diameter pipa tidak selalu sama dengan connection regulator.

Regulator 1 inch dapat saja dipasang dalam system piping 2 inch apabila hasil sizing memang membutuhkannya.


PRS dan Metering System

Pada sistem industri, PRS sering digabungkan dengan gas metering.

Contohnya:

PRS → Turbine Meter → EVC

Turbine meter membaca actual gas volume.

Kemudian EVC menggunakan:

Pressure

  •  

Temperature

  •  

Gas parameters

untuk melakukan volume correction.

Output dapat berupa:

Sm³

atau unit standard volume yang ditentukan sistem.

Data juga dapat dikirim ke:

PLC

SCADA

Data Logger

atau:

Remote Monitoring System


PRS dan MRS: Apa Bedanya?

Istilah ini sering digunakan bersamaan.

PRS – Pressure Regulating Station

Fokus utamanya adalah:

pressure reduction dan pressure control.

Sedangkan:

MRS – Metering Regulating Station

mempunyai fungsi:

Metering + Regulation

Contohnya:

Gas Filter → Regulator → Turbine Meter → EVC

Dalam praktik industri, satu skid sering menggabungkan fungsi:

PRS + Metering

sehingga secara fungsi dapat disebut metering and regulating station.


PRS untuk Boiler

Salah satu aplikasi paling umum adalah boiler.

Konfigurasi:

CNG → PRS → Factory Header → Burner Gas Train → Boiler

PRS mengatur supply utama.

Sedangkan burner gas train dapat mempunyai regulator tambahan untuk menghasilkan tekanan yang dibutuhkan burner.

Contohnya:

PRS Outlet = 3 barg

↓

Burner Regulator

↓

200 mbar

↓

Burner


PRS untuk Furnace

Furnace dapat membutuhkan flow gas cukup besar dan pressure stabil.

Jika pressure berubah:

Flame berubah

↓

Temperature furnace berubah

↓

Product quality dapat terganggu

Karena itu regulator sizing dan pressure stability menjadi sangat penting.


PRS untuk Multi-Burner System

Pada sebuah pabrik mungkin terdapat:

Boiler = 200 Sm³/h

Oven = 100 Sm³/h

Dryer = 150 Sm³/h

Maka:

Total connected load = 450 Sm³/h

Kemudian perlu ditentukan:

simultaneous factor

dan:

design margin

sebelum menentukan kapasitas PRS.

Tidak selalu benar:

PRS = jumlah nameplate semua burner

tanpa mengetahui operating pattern.


PRS Redundant

Untuk fasilitas yang tidak boleh berhenti produksi, PRS dapat dibuat:

2 × 100%

Contohnya:

Train A = 500 Sm³/h

Train B = 500 Sm³/h

Normal:

Train A operating

Train B standby

Jika Train A mengalami maintenance:

Train B mengambil alih.

Konfigurasi lain dapat berupa:

2 × 50%

atau:

3 × 50%

bergantung reliability requirement.


Instrumentasi pada PRS

PRS modern dapat dilengkapi:

PI – Pressure Indicator

PT – Pressure Transmitter

TI – Temperature Indicator

TT – Temperature Transmitter

PSH – Pressure Switch High

PSL – Pressure Switch Low

DP Indicator – Filter Differential Pressure

FT – Flow Transmitter

Gas Detector

Data dapat masuk ke:

PLC

↓

HMI

↓

SCADA

Sehingga kondisi PRS dapat dimonitor secara real-time.


Parameter yang Harus Diketahui Sebelum Mendesain PRS

Minimum data yang sebaiknya tersedia:

ParameterContoh
GasNatural Gas / CNG
Maximum Flow500 Sm³/h
Minimum Flow50 Sm³/h
Maximum Inlet Pressure200 barg
Minimum Inlet Pressure10 barg
Required Outlet Pressure4 barg
Inlet Temperature25°C
Minimum Ambient Temperaturesesuai lokasi
Gas Compositionsesuai supply
Pipe Sizehasil calculation
Design Pressuresesuai system
Metering RequiredYes / No
Heating Requiredhasil calculation
Redundancy1 × 100% / 2 × 100%

Data tersebut kemudian digunakan untuk sizing.


Kesalahan Umum dalam Desain PRS

Salah satu kesalahan paling umum adalah memilih regulator berdasarkan:

Connection size saja.

Contohnya:

Regulator 1 inch

tidak otomatis berarti:

Flow 500 Sm³/h pasti bisa.

Regulator harus dipilih berdasarkan:

Pin

Pout

Flow

Gas SG

Temperature

dan:

Manufacturer capacity curve / sizing equation

Kesalahan lain:

  • Tidak menghitung minimum inlet pressure
  • Tidak menghitung pressure drop
  • Tidak menyediakan gas filtration
  • Tidak menghitung temperature drop
  • Heater terlalu kecil
  • Relief valve tidak disizing
  • Tidak ada overpressure protection
  • Turbine meter terlalu dekat dengan flow disturbance
  • Tidak tersedia ruang maintenance
  • Vent ditempatkan sembarangan
  • Piping terlalu kecil
  • Tidak mempertimbangkan peak demand

Maintenance PRS

PRS membutuhkan preventive maintenance.

Komponen yang perlu diperiksa antara lain:

Gas Filter

Periksa differential pressure dan kondisi element.

Regulator

Periksa set pressure, lock-up dan seat condition.

SSV

Lakukan functional test sesuai prosedur.

Relief Valve

Periksa setting dan kondisi.

Pressure Gauge

Periksa status calibration.

Transmitter

Periksa calibration.

Gas Meter

Evaluasi akurasi dan calibration interval.

Heater

Periksa heating element dan temperature control.


Indikasi PRS Bermasalah

Beberapa gejala yang perlu diperiksa:

Outlet pressure naik sendiri saat no-flow

Kemungkinan regulator creep/seat leakage.

Pressure turun ketika flow tinggi

Dapat disebabkan regulator undersize, filter tersumbat atau supply pressure terlalu rendah.

Regulator hunting

Pressure naik-turun terus-menerus.

PRS icing

Perlu evaluasi pressure reduction dan gas heating.

Flow meter tidak stabil

Periksa flow profile, regulator, vibration, meter dan piping.

Filter DP tinggi

Element mungkin tersumbat.

Diagnosis harus dilakukan berdasarkan data aktual, bukan hanya satu gejala.


Kesimpulan

Pressure Regulating Station (PRS) adalah sistem penting dalam instalasi Natural Gas dan CNG yang berfungsi untuk:

menurunkan tekanan

menjaga pressure tetap stabil

menyaring gas

melindungi downstream dari overpressure

mengendalikan temperatur

dan, bila diperlukan:

mengukur konsumsi gas.

Pada sistem CNG industri, PRS menjadi penghubung antara:

CNG bertekanan tinggi

dan:

equipment pabrik bertekanan rendah.

Sebuah PRS yang baik harus dirancang berdasarkan:

Flow + Pressure + Temperature + Gas Properties + Safety + Metering + Reliability

bukan hanya berdasarkan ukuran pipa atau connection regulator.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Siap membahas kebutuhan sistem gas Anda?

Kirimkan spesifikasi kebutuhan Anda, tim engineering kami akan menyiapkan solusi dan penawaran terbaik.

💬 ☎ ✉